
Yogyakarta, 18 Maret 2025 – Tujuh insinyur Teknik Pertanian menerima sertifikat APEC Engineer dalam sebuah sarasehan yang diselenggarakan oleh Badan Kejuruan Teknik Pertanian Persatuan Insinyur Indonesia (BKTP PII) di Auditorium MMPT Instiper Yogyakarta. Acara yang berlangsung pada Selasa, 18 Maret 2025 pukul 16.00 WIB ini menandai puncak dari proses registrasi dan aktivasi profil yang dimulai sejak Juni dan Agustus 2024. Acara dipimpin langsung oleh Ketua Badan Kejuruan Teknik Pertanian (BKTP), Prof. Dr. Ir. Hermantoro, MS., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng.
Para penerima sertifikat APEC Engineer adalah:
- Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso., M.Eng., IPU., ASEAN Eng.
- Dr. Ir. Nursigit Bintoro, M.Sc., IPU., ASEAN Eng.
- Dr. Ir. Rudiati Evi Masithoh, STP., MDT, IPU., ASEAN Eng.
- Dr. Ir. Devi Yuni Susanti, STP., M.Sc., IPU., ASEAN Eng.
- Dr. Ir. Radi, STP., M.Eng., IPU., ASEAN Eng.
- Ir. Andri Prima Nugroho, STP., M.Sc., Ph.D, IPU., ASEAN Eng.
- Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D, IPM., ASEAN Eng.
Sertifikasi APEC Engineer merupakan pengakuan profesional bagi insinyur yang menunjukkan kompetensi dan standar etika tinggi, diakui di seluruh wilayah ekonomi anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Sertifikasi ini meningkatkan mobilitas dan kredibilitas insinyur di kawasan Asia Pasifik.

Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, selaku Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, menyambut baik adanya sertifikasi APEC Eng. “Sertifikasi ini sangat penting untuk meningkatkan pengakuan kompetensi insinyur di Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem di level internasional,” ujarnya. “Hal ini akan membuka peluang kolaborasi dan pengembangan riset yang lebih luas.”

Sementara itu, Ir. Andri Prima Nugroho, Ph.D, Ketua Perteta Cabang Yogyakarta, menyatakan bahwa sertifikasi APEC Engineer akan meningkatkan rekognisi dan kebermanfaatan bagi para insinyur pertanian Indonesia dalam bersaing di level internasional. “Dengan sertifikasi ini, para insinyur pertanian Indonesia akan lebih mudah berkarier dan berkolaborasi dengan insinyur dari negara-negara APEC lainnya,” tambahnya.
Sarasehan ini tidak hanya mencakup penyerahan sertifikat, tetapi juga sarasehan BKTP PII dan buka puasa bersama. Diskusi kelompok terfokus (FGD) juga diusulkan untuk membahas peningkatan pengakuan bidang teknik pertanian melalui BKTP PII, dengan menghadirkan narasumber dari pemerintah, industri, dan akademisi. Beberapa usulan untuk kegiatan selanjutnya juga muncul, termasuk kerjasama dengan BK Hayati dan Perteta Yogyakarta, serta penyelarasan tema dengan program digitalisasi UGM.
Pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dengan pengisian formulir registrasi pada Juni 2024 dan dilanjutkan dengan aktivasi profil di Agustus 2024. Proses ini melibatkan verifikasi dokumen dan data yang ketat sesuai standar APEC.